Geliat Perubahan Anak Perempuan Indonesia

Refleksi Hari Anak Perempuan Sedunia

Meilina Kartika – Anak perempuan Indonesia memiliki kesempatan luas akan bisa berprestasi dengan baik di banyak bidang bahkan menjadi pemimpin yang sukses.

Penatapan 11 Oktober sebagai hari Anak Perempuan Internasional oleh badan dunia PBB dikarenakan PBB secara khusus menyoroti masalah perlakuan ketidaksetaraan gender yang disadari atau tidak masih sering terjadi antara anak-anak perempuan dan laki-laki.

Geliat Hari Anak perempuan Sedunia

Perlakuan ketidaksetaraan ini masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Secara tradisi, tuntutan terhadap anak perempuan yang harus membantu mengurus rumah tangga seperti memasak, menjaga adik dan membersihkan rumah menjadikan anak perempuan di Indonesia terbatasi waktunya untuk bermain, bergaul dengan lingkungan sosial sekitarnya. Sementara anak laki-laki secara tradisi biasanya terbebas dari bermacam tuntutan di atas.

Secara prinsip anak laki-laki dan anak perempuan memiliki hak yang sama. Tetapi dalam kenyataannya masih harus menghadapi tantangan dan hambatan dalam memperoleh hak-hak tersebut. Sampai saat ini masih sering kita jumpai anak perempuan yang terpaksa menikah muda karena tuntutan orang tua.

Anggapan anak perempuan yang tidak produktif karena tidak dapat mencari uang untuk keluarga masih menjadi opini yang umum di daerah pedesaan. Anggapan bahwa anak laki-laki lebih bisa diandalkan untuk mencari uang turut menjadikan anak perempuan mengalami diskriminasi perlakuan dalam keluarga.

Dalam banyak situasi seperti konflik dan bencana, anak perempuan rentan mengalami kekerasan dan penganiayaan. Banyaknya kasus perdagangan manusia yang melibatkan anak perempuan sebagai obyek masih menjadi permasalahan utama tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain.

Untuk itu diperlukan kesadaran dan tekad yang kuat bersama secara konsisten memberikan kesempatan dan penjelasan yang baik kepada masyarakat tentang pentingnya memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak perempuan.

Anak perempuan yang memiliki kesempatan luas akan bisa berprestasi dengan baik di banyak bidang bahkan menjadi pemimpin yang sukses. Margareth Thatcher (Perdana Mentri Inggris 1979-1990), Indira Gandhi (menjabat Perdana Mentri India dua kali).

Di Indonesia kita mengenal Megawati Soekarno Putri yang pernah menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia. Tri Rismaharini yang saat ini menjadi walikota Surabaya. Semua nama di atas bisa berhasil dalam bidangnya masing-masing karena mendapat perlakuan dan kesempatan yang sama dimasa kecilnya.

Baca juga : Peran Wanita Dalam Perubahan Ekonomi di kabupaten Bekasi

Kesempatan dan menghargai akan hak-hak mendasar bagi perempuan bukan saja memberikan kesempatan yang luas bagi mereka, tetapi juga membuka kesempatan bagi kita mendapatkan putri terbaik bangsa. Karena bagaimanapun Anak Perempuan Indonesia adalah tunas bangsa yang akan memberikan karya terbaik mereka bagi Indonesia.

Baca juga : Meilina Kartika Ajak Masyarakat Kabupaten Bekasi Melakukan Peruabahan

Hari Anak Perempuan tidak hanya patut menjadi renungan kita bersama. Tapi perlu adanya usaha-usaha nyata dalam memujudkan hak-hak Anak Perempuan Indonesia. Perlu adanya perubahan dalam bersikap, perubahan dalam berpandangan, perubahan dalam tindakan. Maju dan berprestasilah Anak Perempuan Indonesia.

SALAM IKON PERUBAHAN