Wujudkan Kesejahteraan Petani di Kabupaten Bekasi Secara Berkelanjutan

Meilina Kartika Mengajak Masyarakat Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Bekasi

Meilina Kartika – Cipatakan pembangunan desa serta kesejahteraan para petani untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi berkelanjutan.

Kesejahteraan Petani di Kabupaten Bekasi Berkelanjutan

FAO (Food and Agriculture Organitation) sebagai badan PBB yang menangani masalah pangan dan pertanian telah menetapkan tanggal 16 Oktober sebagai hari pangan sedunia. Dalam memperingati hari pangan sedunia tahun ini, Indonesia sebagai salah satu anggota FAO juga ikut memperingati Hari Pangan Sedunia yang tahun ini dipusatkan di Boyolali, jawa Tengah dengan mengangkat tema Membangun Kedaulatan Pangan Berkelanjutan, Mengantisipasi Era Perubahan Iklim.

Perubahan iklim yang belakangan terjadi di dunia sangat berpengaruh besar dalam penetapan pola tanam. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan pasokan air untuk mengairi lahan pertanian. Bisa dibayangkan ketika musim tanam baru dimulai tapi tiba-tiba saja iklim berubah menjadi kemarau. Hasil tanam tentu tidak akan maksimal.

Kabupaten Bekasi sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional juga menghadapi persoalan yang tidak mudah. nasib para petani di Kabupaten Bekasi sampai saat seperti “buah simalakama”. Sampai saat ini mayoritas petani di Kabupaten Bekasi adalah para petani gurem (penggarap) yang tidak memiliki lahan sendiri. Sistem sewa lahan adalah satu-satunya jalan keluar bagi para peteni untuk bisa bercocok tanam.

Sebagai daerah penyangga ibukota, Kabupaten Bekasi mengalami pertumbuhan pembangunan yang cukup pesat dan menjadi salah satu pusat industri yang terbesar di Indonesia. Pada saat ini, sektor pertanian kurang diperhatian oleh pemerintah dan program-program pertanian yang tidak terarah pada tujuannya bahkan semakin menjerumuskan sektor ini pada kehancuran seperti banyaknya pengalihan fungsi lahan pertanian ke nonpertanian seperti industri-industri dan perumahan.

Dengan bertumbuh kembangnya pabrik-pabrik dan perusahaan swasta di Kabupaten Bekasi tentu saja menarik orang-orang untuk datang mencari penghidupan di Kabupaten Bekasi. Hal ini menjadikan pertumbuhan penduduk menjadi tinggi. Pertumbuhan penduduk ini tentu juga diiringi oleh kebutuhan akan perumahan.

Jadi seiring dengan pertumbuhan industri, pertumbuhan perumahan juga berjalan beriringan. Pertumbuhan ini tentu memerlukan lahan yang luas dan mengakibatkan harga tanah menjadi semakin tinggi.

Hal inilah yang menjadikan para pemilik lahan akhirnya lebih suka menjual lahan miliknya untuk dijual atau mengalihkan fungsi lahan yang dimilikinya untuk dijadikan perumahan lalu menyewakannya. Jika lahan terjual atau dialih fungsikan maka secara otomatis para petani penggarap akan kehilangan lahan sebagai tempat bercocok tanam.

Selain masalah lahan, para petani di Kabupaten Bekasi juga membutuhkan modal untuk memulai usaha mereka bercocok tanam. Namun sayangnya keterbatasan akses menyebabkan para petani terpaksa meminjam kepada para mengijon/tengkulak dengan bunga yang biasanya lumayan tinggi. Hal ini akan berpengaruh besar ketika menjelang panen, hasil yang didapat tentulah tidak akan maksimal.

Ketersediaan pupuk juga terkadang menjadi kendala. Kelangkaan pupuk yang tiba-tiba bisa menjadi penyebab meningginya harga pupuk di tangan petani dan menjadikan biaya pemeliharaan menjadi lebih besar.
Permasalahan-permasalahan inilah yang menjadikan kehidupan para petani di Kabupaten Bekasi menjadi makin berat. Kehidupan yang makmur dan sejahtera seakan hanya menjadi impian saja.

Untuk itu diperlukan suatu perubahan-perubahan atas kebijakan dari pemerintah daerah untuk mendukung para petani Kabupaten Bekasi. Kebijakan-kebijakan yang bisa melepaskan para petani dari permasalahan yang selalu berulang dengan menciptakan kebijakan investasi aman di Kabuoaten Bekasi di bidang agribisnis dan pertanian.

Dengan adanya perubahan kebijakan dan bantuan yang tepat dari pemerintah daerah seperti pengusahaan lahan, akses pemodalan kepada para petani, menjamin ketersediaan pupuk hingga membantu para petani menyalurkan hasil panennya, tentu akan memudah kan petani untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari hasil kerja kerasnya ayng akan membawa kepada kita dalam mewujudkan Kabupaten Bekasi Berbasis Ekonomi Industri Berbasis Pedesaan 2021.

Seiring dengan program dari visi misi tersebut tentu kehidupan para petani akan menjadi lebih baik. Sehingga para petani yang makmur dan sejahtera akan bisa dicapai dan Kabupaten Bekasi sebagai lumbung pangan nasional tetap bertahan.
Salam Ikon Perubahan